Manajemen Program Industrial Hygiene

PENDAHULUAN

Industrial hygiene melakukan penilaian kepada faktor-faktor penyebab penyakit kualitatif dan kuantitatif dalam lingkungan kerja dan perusahaan melalui pengukuran. Hasil penilaian dipergunakan untuk dasar tindakan korektif kepada lingkungan tersebut dan pencegahan, agar pekerja terhindar dari bahaya kesehatan dari lingkungan kerja untuk mencapai derajat kesehatan setinggi-tingginya.

Sasaran industrial hygiene adalah lingkungan kerja dan bersifat teknik (Suma’mur, 1976)

Industrial termaktub di dalam Permen ESDM No. 38/2014 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Minerba pada pasal 9: Implementasi Pelaksanaan pengelolaan lingkungan kerja.

Lingkungan kerja ialah tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja, atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu kegiatan dan di mana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya dari lingkungan kerja berupa bahaya fisika, kimia, biologi, radiasi, dan kebersihan lingkungan kerja. (UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan PP 55 tahun 2010 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pengelolaan Usaha Pertambangan Minerba).

PRAKTEK INDUSTRIAL HYGIENE

  • Pengenalan bahaya kesehatan yang mungkin ada di lingkungan kerja.
  • Evaluasi bahaya, yaitu proses penilaian pajanan dan mencapai kesimpulan tingkat risiko terhadap kesehatan manusia.
  • Pencegahan dan pengendalian bahaya, yaitu proses mengembangkan dan menerapkan strategi untuk menghilangkan, atau mengurangi agen yang berbahaya di tempat kerja hingga pada tingkat yang dapat diterima.

Screenshot 2016-01-09 10.52.18.png

INDUSTRIAL HYGIENIST

Industrial Hygienist adalah profesional yang berdedikasi menjaga “kesehatan” tempat kerja untuk kesehatan dan kesejahteraan pekerja.

IH Pro memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui kombinasi pendidikan, pelatihan, dan pengalaman profesionalisme.

MANAJEMEN IH

  • Menyusun Program IH
  • Mengimplementasikan Program
  • Mengevaluasi Program
  • Membangun dan menjaga kompetensi personil ~ legalitas, best practice, Quality (kompetensi).

Perencanaan Program

  • Pemetaan bahaya (Hazard Mapping)
  • Daftar kegiatan dan strategi pelaksanaannya
  • Program suplemen IH
  • Investigasi PAK (Penyakit Akibat Kerja)

Hazard Mapping

Informasi yang diperlukan:

  • Area
  • Lokasi
  • Proses pekerjaan/Proses Produksi
  • Job title karyawan
  • Deskripsi Pekerjaan karyawan
  • Tuntutan fisik pekerjaan karyawan (Physical demand)
  • Bahaya-bahaya yang memajan karyawan
  • APD yang diperlukan

Implementasi Program IH

Elemen Program

  1. Karakterisasi tempat kerja (Site Characterization).
  2. Identifikasi bahaya kesehatan dan penilaian (Health Hazard Identification and Assessment).
  3. Evaluasi Bahaya kesehatan (Health Hazard Evaluation).
  4. Pengendalian atau kontrol bahaya kesehatan (Health Hazard Control).
  5. Komunikasi bahan berbahaya dan beracun (Hazard Communications).
  6. Medical Surveillance.
  7. Perlindungan pendengaran (Hearing Conservation).
  8. Uji kesesuaian respirator (Respirator Fit Testing).
  9. Perlindungan pernapasan (Respiratory Protection).
  10. Alat Pelindung Diri (Personal Protective Equipment).
  11. Komunikasi dan pelatihan (Communication and Training).
  12. Pengelolaan data (Data Management).
  13. Ketaatan terhadap Peraturan (Regulatory Compliance).
  14. Praktek-praktek Industrial Hygiene (Industrial Hygiene Practices).
  15. Panduan/formulir pendukung, prosedur (Supporting Guidelines/Forms, Procedures).
  16. Evaluasi program (Program Evaluation).

Strategi Pelaksanaan

  • 5W + 1H sampling dan survey ~ lihat protokol dan SOP.
  • Dimana sampling harus dilakukan?
  • Berapa lama periode sampling dilakukan?
  • Siapa yang akan disampling?
  • Berapa banyak jumlah sample yang harus diambil?
  • Bagaimana sampling dilakukan?
  • Penjadwalan bulanan, tahunan
  • Kesiapan alat dan penunjangnya
  • Media untuk program suplemental IH: HazCom, HCP, RPP