Tidak Dikategorikan

Pembentukan Tim Tanggap Darurat (Emergency Response Team) di Pertambangan Minerba

Dasar Hukum

  1. Tanggung jawab Kepala Teknik Tambang (KTT) melaksanakan kaidah teknik pertambangan yang baik, yaitu pelaksanaan keselamatan kerja (PerMen ESDM No. 26 Tahun 2018, Pasal 3 (3)
  2. Pelaksanaan manajemen keadaan darurat dalam pengelolaan keselamatan pertambangan (KepMen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 Lampiran III A.1.f)
  3. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Elemen Organisasi & Personel, perihal Penunjukkan Tim Tanggap Darurat (KepMen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 Lampiran IV B.3.h)

Manajemen Keadaan Darurat

Manajemen keadaan darurat terdiri dari dari:

  • Identifikasi dan penilaian potensi keadaan darurat;
  • Pencegahan keadaan darurat;
  • Kesiapsiagaan keadaan darurat;
  • Respon keadaan darurat; dan
  • Pemulihan keadaan darurat.

Identifikasi dan penilaian potensi keadaan darurat 

  • Kebakaran (fasilitas dan hutan)
  • Kecelakaan Kerja/Lalu lintas
  • Tanggul settling pond jebol
  • Longsor jenjang
  • Keracunan massal
  • Bencana (banjir, angin kencang, tanah longsor, huru hara)
  • Pencemaran tanah dan air/laut oleh tumpahan/bocoran bahan kimia.
    …..

Perusahaan melakukan identifikasi dan penilaian risiko potensi keadaan darurat di atas, misalnya menggunakan metode HIRADC/IBPR (Hazard Identification Risk Asessment and Determining Control/Identifikasi Bahaya Penilaian Risiko) dan formulir dan matriks HIRADC.

Tahapan ini untuk menentukan prioritas tingkat penting dan mendesaknya dibentuknya Tim ERT dan kompetensi personel, serta perlengkapan emergency apa saja yang diperlukan.

ANALISIS RISIKO DAN BAHAYA FASILITAS

  • Tinjauan Fasilitas: Suatu tinjauan dasar dari fasilitas, kegiatannya, prosesnya dan bahan yang digunakan pada produksi
  • Evaluasi Risiko Fasilitas : Informasi dari asumsi yg telah dibuat berkaitan dg jenis bahaya dari fasilitas yang mudah diserang dan tingkat risiko dan dampak antisipasi dari bahaya ini
  • Evaluasi Risiko dari Luar : Jenis risiko dari luar yang dapat berdampak terhadap fasilitas dan operasi

PENENTUAN KATEGORI KEADAAN DARURAT

  • Keparahan
  • Kerugian
  • Pengaruh terhadap operasi
  • Keterlibatan sumber daya
  • Pengaruh terhadap citra Perusahaan

KLASIFIKASI KEADAAN DARURAT
Kategori 1 :

  • Kecelakaan ringan
  • Tumpahan B3 yang relatif kecil
  • Dapat diatasi oleh sumber daya yang ada di Area Kecelakaan
  • Operasi Tidak Terganggu
  • Tidak ada publikasi
  • Tidak ada potensi untuk eskalasi

Kategori 2:

  • Insiden yang mengakibatkan cacat/cidera Berat
  • Tumpahan bahan berbahaya yang cukup besar
  • Memerlukan sumber daya dari luar area untuk menangani
  • Operasi Terganggu Sementara
  • Publikasi mulai terlibat/Tampaknya akan terlibat
  • Berpotensi untuk eskalasi walaupun terbatas

Kategori 3:

  • Meninggal Dunia atau Beberapa Cidera Berat
  • Tumpahan bahan berbahaya dalam jumlah yang sangat besar
  • Berdampak terhadap property atau proses produksi
  • Bantuan dari luar mutlak diperlukan
  • Publikasi yang mencolok telah terlibat
  • Mempunyai potensi yang signifikan untuk eskalasi

FASILITAS KEADAAN DARURAT

  • Rute Evakuasi
  • Tempat berkumpul
  • Emergency Call

STRUKTUR ORGANISASI
1) Emergency Respons Team (ERT):

  • ERT Leader;
  • Personel Emergency;
  • Paramedik;
  • Security

2) On Scene Commander/Emergency Communication Command Centre (OSC)

  • Orang tertinggi pada lokasi kecelakaan, secara temporer mengendalikan situasi di TKP
  • Bersifat tegas
  • Dapat menentukan kategori emergency
  • Dapat diganti

3) Emergency Management Team (EMT)

  • EMT Leader (Manager/GM/Level bawah Manager)
  • Emergency Service Coordinator
  • Technical & Production Coordinator
  • Commercial Service Coordinator
  • External Logistic Coordinator
  • Employee & Contractor Coordinator
  • Site Service Coordinator
  • Information Coordinator
  • Environmental Coordinator

4) Crisis Management Team (CMT)

  • CMT Leader (PD/CO/DO/Para Manager)
  • Public affairs Advisor
  • Human Resources & Community Affairs Advisor
  • Investor Relation Advisor
  • Corporate Affair Advisor
  • Information Coordinator

KONSEP OPERASI KEADAAN DARURAT

  1. PENCEGAHAN (PREVENTION)
  2. KESIAPAN (PREPAREDNESS)
  3. TINDAKAN (RESPONSE)
  4. PEMULIHAN (RECOVERY)

PENCEGAHAN (PREVENTION)
Seluruh kegiatan yang ditujukan untuk menghilangkan atau mengurangi kemungkinan terjadinya Insiden. Contohnya: Standar prosedur Umum Pencegahan,
Kebijakan Pencegahan Kebakaran, Menyediakan fasilitas Inspeksi K3 dan Audit,
Fasilitas Komite K3

KESIAPSIAGAAN (PREPAREDNESS)
Seluruh kegiatan yang diperlukan untuk menjamin ketersediaan sumber daya dan
kemampuan untuk merespon dengan cepat jika terjadi insiden. Contoh: Pelatihan,
Drills & Exercise (Latihan), Fasilitas, Pasokan dan Peralatan, Fasilitas Keamanan,
Kebijakan Hubungan Media

TINDAKAN (RESPONSE)
Seluruh kegiatan yang dilakukan ketika terjadi insiden untuk mencegah bahaya yang lebih parah dan meminimalkan kerusakan pada peralatan, yaitu Pemberitahuan, Pengarahan dan Pengaturan, Personil yang terlibat, Jalur Komunikasi, Tugas dan Tanggung Jawab, dan Prosedur Evakuasi

PEMULIHAN (RECOVERY)

Seluruh kegiatan untuk mengembalikan sistem pada keadaan yang normal:

  • Tim Pemulihan
  • Investigasi Insiden
  • Perkiraan Kerusakan
  • Pembersihan Lokasi
  • Operasi Pemulihan/Re-Start
  • Laporan Pemulihan Pasca Keadaan Darurat

RENCANA TINDAKAN DARURAT (EMERGENCY RESPONSE PLAN)

Isi mencakup:

  • Guna dari rencana tindakan darurat
  • Peraturan perundang-undangan
  • Asumsi dan Situasi
  • Fasilitas Kesehatan dan Kebijakan K3
  • Rencana Revisi dan Pemutakhiran prosedur
  • Distribusi dari rencana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s