Komunikasi Safety yang Efektif

KOMUNIKASI K3 YANG EFEKTIF

Komunikasi menjadikan orang, tugas, proses dan sistem saling berinteraksi bersama-sama untuk mencapai sasaran K3 yang ditetapkan. Cara kita mengkomunikasikan K3 akan mempengaruhi apakah orang akan memahami dan dan terlibat dalam proses K3 atau tidak, dan bahasa yang kita gunakan seringkali menentukan apakah proses tersebut diterima atau ditolak. Sekedar memberi pelatihan kepada karyawan untuk bekerja selamat mungkin belum cukup. Perlu motivasi dan bentuk bentuk publikasi untuk mendorong mereka untuk mengambil tanggung jawab bagi keselamatan dan kesehatan dirinya sendiri. Metode yang digunakan adalah menciptakan suasana yang mempromosikan perilaku selamat, dan mengingatkan serta menekankan pentingnya hal tersebut bagi karyawan dan perusahaan.

Proses komunikasi adalah seperti berlalu lintas di jalan raya. Anda perlu merencanakan mau kemana, memperhatikan rambu-rambu, dan mengambil jalan lain apabila diperlukan, berperilaku sesuai kondisi dan memperlambat jalannya jika diperlukan. Pengertian komunikasi tidak sekedar menurut apa yang dipikirkan si pengirim pesan – tergantung pula dari respon si penerima. Perlu waktu dan usaha memang untuk memiliki teknik yang sempurna dalam menyampaikan pesan K3 secara efektif.

Bahasa dan kata-kata

Pemilihan bahasa dan kata-kata amat sangat berpengaruh terhadap hasil komunikasi K3. Pemilihan kata-kata ‘positif’ dapat memberikan tanggapan yang berbeda, contohnya:

Ungkapan Negatif Ungkapan Positif
Masalahnya apa?

Anda seharusnya ….

Anda tidak paham

Saya sudah bilang sebelumnya untuk tidak …

Ini berbiaya mahal

Bagaimana saya dapat menolong anda?

Mulai sekarang … atau lain kali

Mari saya coba sekali lagi

Bagaimana kalau mencoba dengan cara ini

Ini adalah investasi untuk kesehatan

Umpan balik dapat positif atau negatif, dan dapat mempengaruhi kualitas dan frekuensi perilaku. Umpan balik yang efektif adalah alat berharga untuk mempengaruhi perilaku selamat di tempat kerja. Bahasa yang mempunyai arti mendua atau subyektif dapat menjadi kontra-produktif. Contohnya, pernyataan ”tampaknya ada tidak menyadari, ceroboh atau sembrono” hanya menambah kebencian atau dendam dan mengurangi penerimaan dari pesan perilaku yang disampaikan. Mengatakan bahwa insiden atau cedera adalah ”kesialan” menunjukkan bahwa insiden tidak dapat dicegah. Hal ini bertolak belakang dengan filosofi bahwa insiden dapat dicegah.

Komplain dan kritik

Kita mungkin dihadapkan pada resistensi perubahan dalam hal praktek pekerjaan atau mengadopsi prosedur baru. Ungkapan-ungkapan di bawah ini mengindikasikan hak tersebut:

Saya sudah melakukan ini sejak tahun kuda dan semuanya baik-baik saja

Tidak akan menimpa saya

Kami telah melakukan sebelumnya

Kecelakaan memang harus terjadi

Tidak akan berhasil

Ada yang lebih penting untuk dilakukan

Mereka tidak mengijinkan

Saya terlalu sibuk untuk melakukan itu

Kamu tidak faham

Di luar bujet saya

Safety hanya iseng saja

Tidak ada seorangpun senang akan kritik negatif dan beberapa orang lebih sensitif dibandingkan yang lainnya. Sewaktu membicarakan kesalahan atau praktek kerja yang tidak selamat, orang akan dengan gampang membuat alasan, untuk itu komunikasikanlah topik dengan menunjukkan kesalahan dan menyarankan cara-cara untuk mencegah kesalahan serupa di masa datang.

Tips dasar komunikasi

  • Fikir sebelum bicara. Katakan apa yang anda maksud dan artikan dengan baik apa yang anda katakan.
  • Gunakan bahasa tubuh. Bahasa tubuh, intonasi suara dapat berpengaruh pada efektifitas komunikasi.
  • Bicara langsung dibandingkan menggunakan e-mail, terutama untuk hal-hal sensitif atau konflik personal.
  • Buat ringkas. Gunakan bahasa yang difahami dan sopan.
  • Beri dukungan. Perilaku beresiko (seperti salah angkat) seharusnya diikuti tindakan korektif segera untuk menghentikan dan mencegah kejadian berulang.
  • Tekankan kembali pesan. Ingatkan karyawan agar berlaku selamat di kemudian hari.
  • Beri apresiasi, dukungan dan selamat.
  • Beri contoh. Perilaku buruk akan ditiru, dianggap hal yang dilakukan tersebutlah yang benar.

Sumber: Health Safety Executive

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s