KEBISINGAN & PERLINDUNGAN PENDENGARAN

Kebisingan merupakan suara yang tidak diinginkan yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau mengancam kesehatan kita. 

Beberapa faktor, kebisingan mempengaruhi kesehatan:

  • Lamanya terkena kebisingan
  • Jarak dari sumber kebisingan
  • Jenis bising
  • Sensitivitas individu

Kebisingan dapat menyebabkan stress yang mempengaruhi fisik dan mental, dan menyebabkan kecelakaan jika pekerja tidak mendengarkan petunjuk atau sinyal peringatan.

Jenis Kebisingan

  • Kontinyu: Konstan, dan Fluktuatif
  • Sesekali secara teratur (Intermittent)
  • Tumbukan (Impact)

Kehilangan Pendengaran

Di lapangan kita dapat mengetahui kurang lebihnya, tanpa alat sound level meter, bahwa kebisingan di suatu lokasi telah melebihi ambang batas. Jika anda harus berteriak dalam berbicara agar terdengar oleh lawan bicara anda yang berdiri kurang lebih 1 meter, kemungkinan tingkat kebisingan di sana telah melebihi 85 desibel. Jarak dari sumber bising juga penting, dimana tingkat suara akan menurun berbanding lurus dengan jarak. Sebagai contoh, seseorang berdiri 3 meter dari mesin pemotong kayu (chain saw) akan mendengar kurang lebih 103 desibel, dibandingkan pada jarak hanya 1 meter yang tingkat suaranya 115 desibel.

Kuncinya adalah menjauhkan peralatan yang bising sejauh mungkin dari pekerja. Apabila hal tersebut tidak memungkinkan, maka pekerja harus menggunakan alat pelindung pendengaran agar suara yang diterima pada kisaran yang diinginkan (di bawah atau sama dengan 85 desibel).

Hilangnya pendengaran dapat terjadi karena proses alamiah karena umur. Secara umum, hal ini tidak bertambah parah kecuali orang terpajan secara terus menerus oleh kebisingan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari suara bising yang berlebihan untuk menghindari tambahan hilangnya pendengaran hingga menjadi tuli permanen. Kontrol yang paling baik adalah menghilangkan atau mengurangi kebisingan pada sumbernya.

Lingkungan kerja yang bising selain dapat menyebabkan tuli permanen, juga memiliki dampak pada orang berupa meningkatkan rasa cemas, ketegangan (tension), dan kelelahan (fatigue). Banyak pekerja yang menggunakan alat pelindung pendengaran menyatakan mereka merasa lebih baik pada akhir gilir kerja.

Kerusakan fungsi pendengaran berlangsung perlahan dan tidak disadari oleh penderitanya. Orang yang menderita lehilangan pendengaran mungkin berfikir orang lain yang bicaranya seolah menggumam dan seharusnya berbicara lebih keras dengan ucapan yang lebih baik, padahal ia sendiri yang perlu diperiksa pendengarannya oleh seorang audiologist.

Kapan Perlindungan Pendengaran Diperlukan?

Di pertambangan umum, mengacu kepada Keputusan Menteri Pertambangan KepMen 555.K tahun 1995, pada Pasal 85 ayat (3) disebutkan bahwa pekerja yang tak terlindung terhadap kebisingan yang melebihi nilai ambang batas harus memakai alat pelindung pendengaran. Kita menggunakan 85 desibel sebagai Nilai Ambang Batas (NAB), mengacu pada Standar Nasional Indonesia SNI#16-7063-2004 tentang Nilai Ambang Batas Iklim Kerja (Panas), Kebisingan, Getaran Tangan-Lengan dan Radiasi Sinar Ultra Ungu di Tempat Kerja.

Alat pelindung pendengaran merupakan penghalang antara suara dan telinga atau fungsinya menyerap gelombang suara sebelum memasuki telinga. Orang dengan fungsi pendengaran normal selalu tetap bisa mendeteksi beberapa suara sewaktu menggunakan alat pelindung pendengaran, karena tulang pada kepala juga menghantar suara.

Pertimbangan menggunakan alat pelindung pendengaran adalah sebagai berikut:

  • Terdapat pajanan kondisi bising terus menerus lebih dari 85 desibel;
  • Mengalami sensasi mendengung (ringing) di telinga setelah berada di area yang bising;
  • Anda terganggu, cemas, gelisah, setelah berada di area yang bising;
  • Anda ingin meningkatkan kenyamanan terhindar dari suara bising;
  • Anda tidak biasanya merasa lelah setelah bekerja di area yang bising; atau
  • Di tempat dimana anda bekerja diwajibkan menggunakan alat pelindung pendengaran.

Pemilihan yang benar Alat Pelindung Pendengaran

Alat pelindung pendengaran yang tersedia di pasaran memiliki tingkat perlindungan yang berbeda, oleh karena itu biasanya suatu perusahaan menyediakan beberapa jenis produk untuk karyawannya. Berikut beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan sewaktu melakukkan pemilihan alat pelindung pendengaran.

Keefektifan. Tidak semua bahan dapat menyerap jumlah yang sama jenis suara. Pabrik harus mencantumkan pada kemasan berapa banyak suara atau bising (dalam desibel) yang dapat dikurangi jika pekerja menggunakan produknya tersebut. Angka, dalam desibel, yang tertera dalam kemasan tersebut disebut NRR (Noise Reduction Rating) atau SLC80 (Sound Level Criteria 80%), yaitu angka maksimum desibel pengurangan kebisingan sewaktu digunakan. Perlu diingat bahwa angka tersebut diperoleh pada kondisi sempurna, digunakan secara benar dan pas. Namun demikian dalam prakteknya, ada formula yang harus diikuti untuk mengetahui berapa besar suara yang dapat dikurangi, seperti berikut ini:

  • Jika dalam kemasan menggunakan satuan dBC (desibel rata-rata yang diperoleh menggunakan skala C), maka kurangi angka NRR dari tingkat suara yang diperoleh dari pengukuran untuk memperoleh hasil akhir tingkat bising yang diterima pekerja yang menggunakan alat pelindung pendengaran tersebut. Misal di suatu lokasi tercatat tingkat kebisingan rata-rata satu shift 100 dB. Diketahui Pada kemasan ear plugs tertera NRR = 22 dBC, maka perkiraan suara yang diterima oleh pekerja adalah sebesar 78 dB.
  • Jika NRR menggunakan skala A, misal 29 dB, maka pertama kurangi NRR dengan 7 dB (sebagai safety faktor mempertimbangkan perbedaan frekuensi dan rata-rata persepsi hasil pengujian di laboratorium dengan skala A tersebut), sebelum mengurangi angka NRR dari angka hasil pengukuran di lapangan. Misal di suatu lokasi tercatat tingkat kebisingan rata-rata satu shift 100 dB, maka perkiraan suara yang diterima pekerja adalah 78 dB [100 – (29-7)].

Di area yang memiliki tingkat kebisingan yang sangat tinggi, direkomendasikan menggunakan perlindungan ganda, yaitu menggunakan sumbat telinga (ear plugs) dan tutup telinga (ear muffs). Apakah earmuffs dan earplugs dapat digunakan bersama-sama untuk mengurangi kebisingan?

Ya. Merujuk ke OSHA (Occupational Safety and Health Administration) memperbolehkan menggunakan ear plugs dan ear muffs. Namun demikian jangan salah tafsir bahwa kemudian NRR-nya juga dijumlahkan. Dari hasil perhitungan, diperoleh angka pengurangan desibel dengan menambahkan 5 dB dari hasil perhitungan NRR di atas (dilihat mana alat yang memiliki NRR tertinggi). Misal NRR ear plugs 32 dB dan Earmuff 27 dB, maka angka pengurang dari perlindungan ganda adalah: 32dB[A] (earplugs) – 7dB (Safety Factor) = 25 dB 25 dB + 5 dB (proteksi ganda) = 30 dB Sehingga NRR proteksi ganda menjadi = 30 dB

Biaya. Alat pelindung pendengaran tidak harus mahal untuk memperoleh hasil yang efektif dan nyaman. Lakukan pengukuran kebisingan di lokasi kerja anda evaluasi jenis ear plugs atau ear muffs yang anda butuhkan.

Jenis. Ada dua jenis, sumbat telinga (ear plugs) atau tutup telinga (ear muffs). Perhatikan kondisi dan prosedur kerja yang berlaku di tempat kerja anda. Tutup telinga biasanya lebih nyaman dipakai untuk waktu yang lama dibandingkan sumbat telinga, tetapi tutup telinga tidak bisa digunakan bersama kacamata atau halangan lain pada muka yang akan mengurangi efektifitasnya. Frekuensi suara juga menentukan efektifitas dari ear plugs atau ear muffs. Ear plugs ada yang digunakan sekali pakai (disposable) atau didisain untuk pakai-ulang (reusable).

Dianjurkan untuk mempertimbangkan alat pelindung pendengaran tersedia untuk mengakomodir semua kebutuhan pekerja.

Keterbatasan dari Perlindungan

Seperti halnya alat pelindung diri lainnya, alat pelindung pendengaran memiliki keterbatasan-keterbatasan. Jika digunakan secara tidak benar, maka besar pengurangan kebisingan yang diharapkan tidak akan tercapai, dan cenderung menyebabkan persepsi salah dari orang yang menggunakan, karena sudah “menggunakan” sumbat telinga, merasa sudah terlindungi.

Menggunakan tutup telinga dan sumbat telinga bersamaan akan mengurangi suara yang diterima, namun jangan lupa menggunakan formula seperti disebutkan di atas.

Alat pelindung pendengaran yang kotor dapat menyebabkan iritasi kulit yang serius dan infeksi pada telinga. Untuk hasil terbaik, ikuti petunjuk pabrik pembuat untuk membersihkan alat pelindung pendengaran yang bisa dipakai kembali (non-disposable), dan simpan di tempat yang bersih dan kering.

Sebagai tambahan, ikuti saran-saran di bawah ini untuk menerapkan perlindungan pendengaran:

  • Coba berbagai model dan jenis pelindung pendengaran untuk mendapatkan perlindungan yang memadai (efektif dan efisien). • Bertanya dan mendapatkan arahan. Diskusikan tingkat kebisingan yang potensi memajan untuk memastikan anda mendapatkan perlindungan yang memadai.
  • Tingkatkan pengetahuan mengenai alat pelindung pendengaran dan mengikuti instruksi mengenai pemakaian dan pemeliharaan yang benar.
  • Metaati jadwal penggantian alat yang disaran kan. • Jangan pernah menggunakan alat bantu pendengaran sebagai pengganti alat pelindung pendengaran yang semestinya. Hal ini malah mengakibatkan meningkatnya tingkat suara. Menggunakan alat pelindung pendengaran mungkin memerlukan waktu penyesuaian. Pada awalnya, pekerja mungkin mengalami ketidaknyamanan dan akan berakhir beberapa jam kemudian. Namun demikian, untuk penggunaan yang terus menerus, perasaan tersebut akan hilang. Manfaat jangka panjang jauh lebih berarti dibandingkan ketidaknyamanan sesaat.

Cara Pemakaian sumbat telinga jenis Foam

  • Dipilin
  • Masukkan
  • Tahan 30 detik
  • Lepaskan

Topik-topik yang diperlukan di dalam pelatihan Perlindungan Pendengaran.

  • Efek kebisingan terhadap pendengaran.
  • Tujuan dan pentingnya menggunakan alat pelindung pendengaran.
  • Kelebihan dan kekurangan alat pelindung pendengaran.
  • Berbagai jenis alat pelindung pendengaran dan cara merawat dan menggunakannya.
  • Standar perusahaan yang berlaku dan harus ditaati.
  • Upaya pengendalian terhadap pajanan kebisingan.
  • Tujuan dan manfaat tes audiometri.

Referensi

Hearing Protector Selection Guide. Document Number: 305. www.labsafety.com

A Fact Sheet about Your Hearing Test. NIOSH. www.cdc.gov/niosh

Methods for Estimating the Adequacy of Hearing Protector Attenuation. OSHA 1910.95 App. B.

www.osha.gov.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s