KELELAHAN DAN KESELAMATAN

Posted: Juni 5, 2009 in Artikel Industrial Hygiene
Tag:,

Kelelahan dapat menimbulkan bahaya yang serius. Beberapa kejadian yang disebabkan kelelahan diantaranya:

  • Operator tertidur saat mengendari Haul Truck;
  • Supir truk kehilangan kontrol;
  • Kinerja menurun sewaktu melakukan pekerjaan repetitif/berulang/membosankan;
  • Hilangnya konsentrasi dan banyak melakukan kesalahan.

Definisi “Kelelahan”

Tidak ada definisi operasional yang baku menggambarkan apa itu “kelelahan”, namun yang pasti kelelahan lebih dari sekedar mengantuk dan penyebabnya lebih dari sekedar lama kerja dan sifat fisik pekerjaan. Secara umum kelelahan dapat dipahami dengan membedakan sumbernya, dimensi-dimensinya, dan dampaknya terhadap kinerja. Untuk keperluan analisis, kelelahan dibedakan antara kelelahan akibart pekerjaan dan kelelahan bukan akibat pekerjaan, walaupun keduanya saling terkait.

Kelelahan bukan akibat pekerjaan, biasanya dialami mereka yang bekerja dengan sistem rotasi (shift), dapat diartikan sebagai kelelahan yang timbul karena situasi rumah dan keluarga, diluar kegiatan pekerjaan, merupakan pola hidup (termasuk penggunaan obat-obatan dan alkohol), pola dan masalah tidur seseorang, masalah keluarga, dan buruknya pengaturan kegiatan untuk menghadapi rotasi kerja.

Kelelahan akibat pekerjaan dapat dianggap sebagai produk dari organisasi pekerjaan dan faktor fisik seseorang, yaitu:

  • Lamanya waktu kerja dan pola istirahat, panjangnya waktu rotasi, urutan waktu rotasi, waktu off diantara waktu rotasi.
  • Waktu dimana saatnya kerja dan saat istirahat, dimana kondisi pagi, siang, sore, atau malam sangat bervariasi. •
  • Waktu awal rotasi.
  • Riwayat pekerjaan satu minggu sebelumnya, dimana ber-efek pada gangguan tidur.
  • Kemampuan biologis memulihkan diri dari kelelahan. Ada orang yang cukup segar walaupun hanya sebentar tidur. Tetapi mereka yang “tumor” – tukang molor, kalau belum 6 jam rasanya belum afdol.

Dampak kelelahan terhadap kinerja

Dampak kelelahan terhadap kinerja merupakan suatu hasil dari kombinasi antara pekerjaan, faktor non pekerjaan, rotasi kerja, sifat pekerjaan, lamanya pekerjaan, dan siklus rotasi. Secara umum, efek kelelahan dapat ditunjukkan seperti halnya efek karena pengaruh alcohol. Dampak tersebut seperti:

  • berkurangnya kewaspadaam/konsentrasi;
  • waktu merespon yang melambat;
  • gangguan koordinasi tangan-mata;
  • berkurangnya fungsi kognitif dan pengambilan keputusan kritis; 
  • hilangnya kewaspadaan situasional;
  • meningkatnya tingkat kesalahan;
  • kecendrungan mengganggu akurasi dan kecepatan kerja;
  • gagal mengenali masalah yang timbul;
  • meningkatnya stress, frustasi, kejengkelan;

Kombinasi satu atau lebih gejala-gejala di atas dapat menyebabkan meningkatnya insiden dan tingkat keparahan kecelakaan. Perlu lebih diwaspadai bagi mereka yang bekerja dengan sistem rotasi.

ASPEK KERJA ROTASI FAKTOR PENILAIAN
Sifat Pekerjaan Apakah pekerjaan sukar secara fisik?Apakah memerlukan mental pada derajat yang tinggi?Apakah pekerjaan monoton?

Apakah pekerjaan berulang?

Bagaimana sifat tugas yang harus dilakukan?

Bagaimana sistem kerja-istirahat yang diterapkan?

Waktu istirahat yang diberikan cukup memadai?

Apakah pekerja terpajan oleh panas, suara bising atau kontaminan udara?

Apakah manajemen sudah melakukan penilaian terhadap kesesuaian pekerjaan dan tugas-tugas kepada pekerja rotasi, apa saja pembatasan-pembatasan yang meungkin harus dilakukan?

 

Orang Berapa umur pekerja?Bagaimana status kesehatannya?Apakah pekerja mempunyai pengalaman dengan bekerja rotasi?

Bagaimana kemampuan adaptasi pekerja tersebut?

Apakah pekerje telah diberitahu mengenai bahaya bekerja pada sistem rotasi?

Apakah pekerja sudah terlatih bagaimana meminimalkan dampak bekerja rotasi?

Dapatkah pekerja tidur dengan baik selama hari istirahat-nya?

 

Sifat dan sistem kerja rotasi   Apakah rotasi kerja malam dapat dikurangi seminimum mungkin?Kapan awal kerja rotasi?Berapa lama periode kerja rotas?

Bagaimana pola rotasi dilakukan?

Seberapa sering pertukaran rotasi dilakukan (lamanya hari berurutan dalam satu rotasi)?

Berapa lama waktu istirahat diantara waktu rotasi?

Apakah waktu off sudah cukup?

Dapatkah “double shift” dihindari?

 

Lain-lain Asupan makanan pekerja rotasi?Aksesibilitas terhadap fasilitas di tempat kerja, seperti halnya pekerja “day-shift” (personil, first-aid, dll.)?Waktu istirahat yang cukup?

Pengawasan yang cukup?

Apakah kerja lembur dapat dihindari?

Sistem bonus untuk pekerja rotasi, dan bagaimana implementasinya?

 

Sumber: http://www.ilo.org/public/english/dialogue/sector/papers/austrmin/index.htm

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s